Budaya Hidup Sehat


Budaya Hidup Sehat

Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan memiliki 3 (tiga) wujud, yaitu:

1.      Wujud kebudayaan sebagai kompleksitas ide, gagasan, nilai,  dan norma-norma.

2.      Wujud kebudayaan sebagai kompleksitas aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.

3.      Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Agar ada penampakan sehat dalam wujud-wujud kebudayaan tersebut, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam gaya hidup sehat sehari-hari. Dalam konteks budaya, apa yang disebut sehat dalam suatu kebudayaan belum tentu disebut sehat pula dalam kebudayaan lain. Di sini tidak dapat diabaikan adanya faktor penialaian atau faktor yang erat hubungannya dengan sistem nilai.

Istilah sehat benyak mengandung muatan budaya atau kultural, sosial, dan pengertian profesional yang beragam. Pandangan dulu dari sudut kedokteran bahwa, sehat sangat erat kaitannya dengan kesakitan atau penyakit. Dalam kenyataan tidaklah sesederhana itu, sehat harus dilihat dari berbagai aspek. WHO melihat sehat dari berbagai aspek. Health is a state of complete physical, mental, and social well-being, and not merely the absence of disease or infirmity. Sehat sebagai suatu keadaan sempurna baik jasmani, rohani, maupun kesejahteraan sosial seseorang.

Bagaimanakah orang sempurna jasmaninya? Oleh para ahli antropologi kesehatan dipandang sebagai disiplin biobudaya yang perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia yang memengaruhi kesehatan dan penyakit. Penyakit sendiri ditentukan oleh budaya; hal ini karena penyakit merupakan pengakuan sosial bahwa seseorang tidak dapat menjalankan peran normalnya secara wajar.

Mencegah sakit itu lebih utama daripada mengobati. Artinya upaya mencegah terjadinya sakit adalah lebih muda dan lebih murah daripada mengobati bila sudah jatuh terkena sakit. Perlunya secara nasional untuk mengadakan upaya pencegahan agar tidak mudah jatuh sakit, yaitu dengan cara terus-menerus mengampanyekan pentingnya gaya hidup sehat menjadi perilaku hidup sehat bagi individu, keluarga, masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi bagian dari budaya hidup bangsa Indonesia.

Arah pembangunan kesehatan adalah untuk lebih memuluskan jalan dalam menunjang terwujudnya Indonesia Sehat 2010. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan kesehatan (Depkes 2005-2009).

Adapun arah pembangunan kesehatan tersebut meliputi:

1.      Meningkatkan adanya pelayanan kesehatan diutamakan kepada keluarga-keluarga miskin (Gakin).

2.      Meningkatkan pemerataan untuk mengurangi ketimpangan pelayanan kesehatan antardaerah maupun antarkelompok.

3.      Meningkatkan status gizi masyarakat.

4.      Meningkatkan kualitas reproduksi ibu hamil dan menyusui.

5.      Meningkatkan pengadaan obat-obatan bermutu dan harga terjangkau masyarakat.

6.      Meningkatkan dan meluaskan wilayah kawasan sehat di pedesaan dan perkotaan.

7.      Makin meningkatkan promosi kesehatan masyarakat.

Tema peringatan Hari Kesehatan Nasional 12 November pada tahun 2004 adalah “Sehat Itu Gaya Hidup”. Pilihan tema ini sangat tepat dan merupakan tantangan sekaligus merupakan peluang yang cukup strategis. Mengingat sampai sekarang belum terwujudnya budaya dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan menuju kemandirian (Hasil Konferensi Nasional Promosi Kesehatan 2003).

Untuk selanjutnya mungkin kita akan bertanya kalau sehat itu gaya hidup, lalu gaya hidup yang bagaimana bentuknya?

Sudah barang tentu jawabnya adalah gaya hidup sehat yang kita harapkan adalah segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan. Kesehatan merupakan investasi, hak dan kewajiban setiap insani (WHO dan UUD 1945, serta UU No. 23 tahun 1992). Kesehatan adalah buksn segala-galanya, tetapi segala-galanya tanpa kesehatan tidak ada artinya (“Health is not everything but everything without health is nothing” –WHO).

Dari pernyataan tersebut makin terasa bahwa sehat adalah kebutuhan dan milik kita yang harus diperjuangkan. Mengapa kita perlu bergaya hidup sehat? Karena bergaya hidup sehat kita akan sehat lahir dan batin yaitu: merasa nyaman, aman, dan tentram, memiliki rasa percaya diri, sukses dalam pekerjaan dan dan tugas, pokoknya dapat menikmati kehidupan sosial di lingkungan keluarga, tetangga, dan masyarakat.

Perilaku sakit diartikan sebagai segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh individu yang sedang sakit agar memperoleh kesembuhan, sedangkan perilaku sehat adalah tindakan yang dilakukan individu  untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, termasuk pencegahan penyakit, perawatan kebersihan diri, penjagaan kebugaran melalui olahraga dan makanan bergizi.

Perilaku sehat diperlihatkan oleh individu yang merasa dirinya sehat meskipun secara medis belum tentu mereka betul-betul sehat. Sesuai dengan persepsi tentang sakit dan penyakit maka perilaku sakit dan penyakit sehat pun subyektif sifatnya. Persepsi masyarakat tentang sehat-sakit ini sangatlah dipengaruhi oleh unsur pengalaman masa lalu di samping unsur sosial budaya. Sebaliknya petugas kesehatan berusaha sedapat mungkin menerapkan kriteria medis yang objektif berdasarkan gejala yang tampak guna mendiagnosis kondisi fisik individu.

Perilaku hidup dan budaya hidup manusia merupakan fenomena yang dapat dikaitkan dengan munculnya berbagai macam penyakit, selain itu hasil berbagai kebudayaan juga dapat menimbulkan penyakit. Masyarakat dan pengobatan tradisional menganut dua konsep penyebab sakit, yaitu naturalistik dan personalistik.

Penyebab bersifat naturalistik, yaitu seseorang menderita sakit akibat pengaruh lingkungan, makanan (salah makan), kebiasaan hidup, ketidak seimbangan dalam tubuh, termasuk pula kepercayaan panas dingin seperti masuk angin dan penyakit bawaan. Konsep sehat-sakit yang dianut pengobat tradisional (battra) sama dengan yang dianut masyarakat setampat, yakni suatu keadaan yang berhubungan dengan keadaan badan atau kondisi tubuh, kelainan-kelainan, serta gejala yang dirasakan.

Sehat bagi seseorang berarti suatu keadaan yang normal, wajar, nyaman, dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan gairah, sedangkan sakit dianggap suatu keadaan badan yang kurang menyenangkan, bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti halnya orang sehat.

Sementara itu, konsep personalistik menganggap munculnya penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi suatu agen aktif yang dapat berupa makhluk bukan manusia (hantu, roh, leluhur, atau roh jahat) atau makhluk manusia (tukang sihir, teukang tenung).

Perihal dzumanji
Tinggal di pinggiran kota Jakarta, keseharian bekerja, belajar dan menjalani hidup. "Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru" Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN. Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas. "jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya". Carilah sesuatu berbau baru “something new“ dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda. Jika anda percaya sesuatu itu tidak mungkin,pikiran anda akan bekerja bagi anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin.akan tetapi jika anda percaya,benar-benar percaya,sesuatu dapat dilakukan,pikiran anda akan bekerja bagi anda dan membantu anda mencari jalan untuk melaksanakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s