Sopan Santun


“Jangan bimbang untuk tersenyum.
Meski hati sedang sakit. Sedikitnya akan meringankan beban di hati.
Membukakan pintu keluar dari kesedihan”.

“Tersenyumlah untuk hidup. 
Bicaralah dengan bahasa manis dan tutur kata yang santun”.
“Tersenyumlah untuk hidup.
Untuk harapan hidup yang indah.
Tinggalkan wajah masam nan murung.
Akan tersiratlah satu makna.
Kita memiliki kasih sayang yang tulus”.

Sopan santun ialah suatu tingkah laku yang amat populis dan nilai yang natural. Sopan santun sebagai sebuah konsep nilai tetapi bukan dipahami. Sopan santun sebuah ideologi yang memerlukan konseptualisasi.

Konsep Sopan santun suatu sikap atau tingkah laku yang ramah terhadap orang lain, sopan santun juga dapat di pandang oleh suatu masyarakat mungkin sebaliknya masyarakat juga dapat di pandang oleh masyarakat lain. Memang tidak mudah untuk menerapkan sopan santun pada diri kita sendiri, tetapi jika orangtua kita berhasil mengajarkan sopan santun sejak kecil maka kita akan tumbuh menjadi seseorang yang bisa menghormati dan menghargai orang lain. Kita dapat menunjukan sikap sopan santun dimana saja, misalnya kita sebagai mahasiswa harus sopan terhadap dosen. Sopan santun diperlukan ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain, dengan terutama kepada:

1.yang lebih tua: orang tua, guru, atasan

2.yang lebih muda: anak, murid, atau bawahan

3.yang sebaya: setingkat status social

Makna Sopan Santun Bahwa seseorang bukan saja tidak menganggap dirinya lebih tinggi dari pada orang lain, melainkan menganggap orang lain lebih baik daripada dirinya sendiri. Sopan-Santun tidak selalu menghasilkan kebaikan hati, keadilan, kepuasan, atau rasa syukur, tetapi ini dapat memberikan seseorang paling tidak terlihat sopan, dan membuatnya tampak dari luar apa yang seharusnya menjadi benar-benar terhormat.

TATA KRAMA DALAM PERGAULAN
Tata Krama dan Sopan santun itu dapat kita terapkan dari cara kita berpakaian, mengendarai motor di jalan, cara berbicara dengan orang lain, cara memperlakukan orang lain, cara bersikap, dan lain-lain. Apakah kita termasuik orang yang mempunyai tata krama dan sopan santun ?. Bagaimana budaya antre kita yang belum tertib, budaya berkendaraan di jalan raya, sikap kepada orang yang lebih tua dan kepada orang tua kita. Tata krama dalam pergaulan merupakan aturan kehidupan yang mengatur hubungan antar sesama manusia. Tata krama pergaulan berkaitan erat dengan etiket atau etika. Kata etiket berasal dari bahasa perancis Etiquette yang berarti tata cara bergaul yang baik, dan etika berasal dari bahasa latin Ethic  merupakan pedoman cara hidup yang benar dilihat dari sudut Budaya, Susila dan Agama.
Dasar – dasar etiket terdiri dari :
1. Bersikap sopan dan ramah kepada siapa saja.
2. Hormat kepada orang yang lebih tua.
3.Memberi perhatian kepada orang lain.
4. Berusaha selalu menjaga perasaan orang lain.
5. Bersikap ingin membantu.
6. Memiliki rasa toleransi yang tinggi.
7. Dapat menguasai diri, mengendalikan emosi dalam situasi apapun.
Jadi pada prinsipnya dalam etiket anda harus ‘Selalu berusaha untuk menyenangkan orang lain ‘( Always wants to please anybody )’.
Manfaat etiket dalam kehidupan seorang manusia adalah :
1. Membuat anda menjadi disegani, dihormati, disenangi orang lain.
2. Memudahkan hubungan baik anda dengan orang lain (Better HumanRelation).
3. Memberi keyakinan pada diri sendiri dalam setiap situasi.
4. Menjadikan anda dapat memelihara suasana yang baik dalam berbagai lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, pergaulan, dan tempat dimana anda bekerja.
Etiket bangsa sendiri merupakan hal yang harus anda ketahui, namun ada baiknya bila anda mengetahui etiket bangsa lain, sebab hal tersebut pasti akan bermanfaat bagi pergaulan anda, karena anda dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dimanapun berada.
Etiket sangat dipengaruhi oleh adat istiadat ( tradisi ) dimana hal itupun dipengaruhi oleh budaya, kehidupan sosial, keadaan lingkungan, dsb. Jadi etiket setiap daerah barat maupun timur tidak akan sama bahkan mungkin akan bertentangan seperti :
1. Sikap tangan ketika bersalaman.
2. Cara menatap mata sewaktu berjabat tangan.
3. Cara memberi sambutan.
4. Sikap tubuh ketika menerima sesuatu,( dengan tangan kiri ).
Hal – hal yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial seorang indifidu antara lain :
1. Kepercayaan diri (Self Confidence) yang baik akan memperkuat rasa percaya diri anda.
2. Pengendalian diri (Self Control), merupakan cara mengontrol terhadap kesabaran, kemarahan dan rasa tidak puas, sehingga anda tidak mudah terpancing oleh emosi dalam situasi apapun.
3. Bahasa Tubuh (Body language), merupakan hal yang dapat dimengerti oleh setiap orang, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu faktor yang akan mempengaruhi hubungan sesama manusia.
4.First Impression, adalah pandangan (Penilaian) seseorang terhadap seorang individu yang didapatkan dari kesan pertama, dan kesan ini akan mempengaruhi penilaian dalam hubungan selanjutnya.
‘You will get asecond chance to make the first impression’, oleh karena itu ketika kita berjumpa dengan orang baru berusahalah untuk memberi kesan yang baik.
Hal – hal yang dapat dilakukan untuk memupuk rasa percaya diri :
1. Sediakan selalu waktu untuk membaca mengenai berbagai pengetahuan umum.
2. Ikuti setiap berita aktual yang ada.
3. Perdalamlah setiap bidang ilmu yang anda kuasai.
4. Janganlah segan untuk bertanya apabila anda tidak mengerti.
5. Siap menerima kritik membangun.
6. Memperhatikan saran – saran penampilan yang disampaikan untuk anda.
7. Siapkan diri anda agar berani berdiskusi, hal tersebut sebagai upaya untuk menguji apakah pendapat kita dapat diterima oleh suatu lingkungan tertentu.
8. Anda harus banyak bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat.
9. Melatih diri dalam berbagai macam keterampilan.
10.Mempelajari berbagai bahasa asing ataupun daerah untuk digunakan secara aktif ataupun pasif.
Ciri seorang individu yang memiliki Tata Krama yang baik :
1. Memiliki rasa percaya diri ketika menghadapi masyarakat dari tingkat manapun.
2. Tingkah laku dan ucapannya selalu mempertimbangkan serta mencerminkan perhatian kepada orang lain.
3. Bersikap sopan, ramah dan selalu menunjukkan sikap yang menyenangkandan bersahabat dengan orang lain.
4.Bisa menguasai diri sendiri dan selalu berusaha tidak menyinggung,mengganggu, menyakiti perasaan dan pikiran orang lain.
5. Selalu berusaha tidak mengecewakan, membuat gusar apalagi membuatmarah orang lain, walaupun diri sendiri dalam keadaan sedih, kesal, lelah ataupun jenuh.

Perihal dzumanji
Tinggal di pinggiran kota Jakarta, keseharian bekerja, belajar dan menjalani hidup. "Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru" Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN. Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas. "jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya". Carilah sesuatu berbau baru “something new“ dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda. Jika anda percaya sesuatu itu tidak mungkin,pikiran anda akan bekerja bagi anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin.akan tetapi jika anda percaya,benar-benar percaya,sesuatu dapat dilakukan,pikiran anda akan bekerja bagi anda dan membantu anda mencari jalan untuk melaksanakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s