Sejarah IMI


SEKILAS SEJARAH IKATAN MOTOR INDONESIA

Pada tanggal 27 Maret 1906 didirikan Javasche Motor Club yang berkantor di jalan Bojong 153 – 156, Semarang. Dalam perkembangannya Javasche Motor Club dirubah namanya menjadi Het Koningklije Nederlands Indische Motor Club (KNIMC) yang selanjutnya sejalan dengan tuntutan zaman nama KNIMC.

Berubah lagi menjadi Indonesische Motor Club (IMC) sampai saat penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda kepada Pemerintah Republik Indonesia, dimana IMC turut diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia yang dalam hal ini oleh Departemen Perhubungan.
Sejak IMC diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 nama IMC berubah menjadi Ikatan Motor Indonesia (IMI) , maka telah dimintakan pula pengakuan dan pengesahan dari Badan-Badan Internasional seperti AIT, FIA, FIM dan OTA sedangkan kantor pusat IMI (d/h IMC ) yang selama ini berada di Semarang di pindahkan ke Jakarta yang untuk pertama kali dan sampai dengan tahun 1968 menempati beberapa ruangan dari Kantor Bank Exim Kota (d/h Gedung Factory) setelah tahun 1968 kantor Pusat IMI telah beberapa kali berpindah tempat yang akhirnya sampai saat sekarang menempati bahagian dari ruangan Sayap Kanan – Stadion Tennis, Jalan Pintu – I Senayan.

PERKEMBANGAN ORGANISASI

Sejak diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 yang ke mudian namanya berubah menjadi IMI sampai kini dalam perkembangan perjalanan nya dari periode ke periode seperti tersebut dibawah ini :

  • Periode 1950 – 1975 Diawal periode ini secara ex – officio Ketua Umum IMI dijabat oleh Menteri Perhubungan, untuk itu jabatan Ketua Umum IMI yang pertamadijabat oleh Bapak IR. Juanda, dan untuk melaksanakan tugas – tugas pimpinan sehari – hari telah di tunjuk Bapak Drs. Musa Kunto sebagaiDirektur IMI. Selanjutnya jabatan Ketua Umum IMI diserahterimakan seiring dengan pergantian jabatan Menteri Per hubungan dari Bapak IR. Juanda kepada Bapak Jenderal Hidayat,sedangkan jabat an Direktur IMI diganti Bapak Adnan Syammi hal ini dikarenakan Bapak Drs. Musa Kunto mendapat tugas belajar keluar negeri pada tahun 1956.

Selanjutnya karena Bapak Hidayat mendapat tugas baru sebagai Duta Besar R.I di Kanada maka untuk jabatan Ketua Umum IMI diserahterimakan kepada Bapak Komodor Sutopo, kemudian Bapak Sutopo menyerahkan jabatan Ketua Umum kepada Bapak Jenderal Polisi Sucipto Yudodiharjo,dan dibawah kepemimpinan Bapak SuciptoYudodiharjo untuk jabatan Direktur IMI dirubah namanya menjadi Sekretaris Jenderalyang dijabat oleh Bapak Assari. Dibawah kepemimpinan Bapak Sucipto Yudodiharjo, karena tidak adanya pengawasan yang menyebabkan IMI mengalami kemerosotan.Karena kondisi ini maka, pada pertengahan tahun 1972 diadakan pertemuan antara para Pengurus IMI yang diprakarsai oleh Bapak Hidayat dan Bapak Sucipto Yudodiharjo, namun dalam per temuan tersebut karena sakit Bapak Sucipto Yudodiharjo tidak hadir, dan beliau di wakili oleh Bapak Letjen Pol Drs Slamet Sukardi (Ketua I IMI) yang selama ini menjalankan tugas-tugas Ketua Umum. Dimana hasil dari pertemuan tersebut menyepakati meminta kesedian Bapak Drs. Frans Seda yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perhubungan untuk dapat bertindak sebagai Ketua Umum IMI yang baru, sedangkan Sekretaris Jenderal tetap dipegang oleh Bapak Asaari dan sejak saat itu IMI kembali diserahkan kepada Departemen Perhubungan.
Seiring dengan terjadinya pergantian jabatan Menteri Perhubungan dari Bapak Drs. Frans Seda kepada Bapak Emil Salim, maka Ketua Umum IMI juga terjadi per gantian dan setelah 3 (tiga) tahun Bapak Emil Salim menangani IMI, karena ke sibukan beliau sebagai Menteri Perhubungan selanjutnya beliau menunjuk Direktur
Jenderal Perhubungan Darat selaku Ketua Umum IMI.

  • Periode 1975 – 1978 Penunjukan Bapak Sumpono Bayuaji yang waktu itu menjabat sebagaiDirektur Jenderal Perhubungan Darat, pada tanggal 11 Maret 1975 sebagai Ketua Umum IMI oleh Menteri Perhubungan dengan Keputusan Nomor. 573/U-18/Phb-75. Sedangkan untuk jabatan Sekretaris Jenderal ditunjuk Bapak Drs. R. Soekotjo. Dalam perkembangan organisasi diawal kepemimpinan Bapak Sumpono Bayuaji, IMI memasuki babak baru, dimana langkah awal yang beliau lakukan adalah menyusun program kerja yang meliputi :
    1. Untuk memudahkan pengawasan terhadap pelaksanaan administrasi maupun keuangan dengan melakukan Penertiban Administrasi.
    2. Konsolidasi Organisasi dengan mengutamakan penghidupan kembali DPD – DPD IMI yang telah vakum dan membentuk DPD IMI di daerah – daerah yang belum terbentuk, untuk itu melalui program konsolidasi organisasi dapat dilakukan :
      1. Inventarisasi Club – Club IMI Daerah
      2. Peremajaan DPD – DPD IMI lama, misalnya : Jateng dan Jatim.
      3. Pembentukan dan peresmian DPD – DPD IMI baru, seperti : D.I Yogyakarta, Bali, Kalbar, Kaltim, Sulsel, Sulut, Sumsel, Sumbar dan D.I Aceh yang ke mudian disusul oleh daerah – daerah lain.
    3. Mendorong pelaksanaan kegiatan – kegiatan olahraga kenderaan bermotor di daerah – daerah. Seiring dengan berjalannya program konsolidasi organisasi di daerah – daerah yang ditandai dengan semakin tertib dan teraturnya penyelenggaraan kegiatan olahraga di daerah – daerah, dimana setiap daerah rata – rata sebulan sekali ada event olah raga bermotor, sehingga semangat aspirasi para remaja pecinta olahraga ini dapat tersalurkan.
  • Periode 1978 – 1984 Untuk mengganti kedudukan Bapak Sumpono Bayuaji sebagai Ketua Umum IMI pada tanggal 22 September 1978 dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor. SK. 93/KP.404/Phb – 78. telah diangkat Bapak Nazar Noerdin, sebagai Ketua Umum IMI yang waktu itu mengganti kedudukan Bapak Sumpono Bayuaji sebagai Direktur Jenderal Pehubungan Darat. Sedangkan untuk jabatan Sekretaris Jenderal berdasarkan SK. Dirjen Hubdar No. 37/IMI/SK/XI/78. tanggal 7 Nopem ber 1978, menunjuk Bapak R. Herfien,MS, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (LLAJR) selaku pengganti Bapak Drs.Soekoco.

Seiring dengan pergantian pengurus dan untuk pengembangan tugas – tugas dalam menjalankan kegiatankegiatan organisasi dan olahraga mengalami penyempurnaan- penyempurnaan untuk melanjutkan usahausaha perluasan organiasasi IMI diseluruh Indonesia melalui pembentukan DPD-DPD IMI yang telah dilaksanakan pada perio de sebelumnya dengan melakukan koordinasi dengan Gubernur,Kapolda dan Kadis LLAJR Propinsi yang belum membentuk DPD IMI,untuk melanjutkan program kon solidasi yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya, walaupun tidak selancar sebagaimana yang diharapkan dan pada periode ini telah berhasil dibentuk DPD IMI di Sumatera Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku,Kalimantan Selatan.

Kemudian untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan – kegiatan dalam periode ini IMI dengan SK.Ketua Umum PB.IMI No.105/IMI/SK/X/1982,tertanggal 1Oktober 1982 melengkapi kepengurusan dengan menetapkan para Ketua – Ketua Bidang sebagai berikut :

      1. Ir. Sumitro Surachmat sebagai Ketua Bidang Khusus.
      2. Subronto Laras sebagai Ketua Bidang Dana .
      3. Albert M Pangabean sebagai Ketua Bidang Luar Negeri.
      4. Ir. Suparto Soejatmo sebagai Ketua Bidang Teknik.
      5. Dolly Indra Nasution sebagai Ketua Bidang Perlombaan.
      6. Helmi Sungkar sebagai Ketua Bidang Pembinaan.
      7. Idat Lubis sebagai Ketua Bidang Organisasi.

Disamping Ketua – Ketua Bidang Ketua Umum PB. IMI, juga telah menunjuk Ny. Suparlan sebagai Sekretaris Eksekutif dan Oloan Sitompul selaku Humas. Untuk membicarakan hal-hal berkenaan dengan program organisasi, maka dalam periode ini telah ditetapkan rapat rutin diadakan 3 (tiga) bulan sekali dan atau se waktu – waktu bila diperlukan.
Untuk menangani pertumbuhan kegiatan olahraga kenderaan bermotor dalam periode ini secara langsung mulai ditangani adalah Sekretaris Jenderal, selanjutnya dalam periode ini mulai ada undangan keluar negeri dari Badan olahraga kenderaan ber motor Internasional untuk mengikuti konfrensi. Dari pertemuan tersebut, Badan-Badan dan olahraga kenderaan bermotor yang ada dikawasan Asia Tenggara menyepakati untuk membentuk bentuk Asosiasi Olah Raga Kenderaan Bermotor Asean atau AFAA ( Asean Federation of Automobile Association ) yang secara aklamasi telah mengangkat Bapak R.Herfien,MS sebagai Chairman dan Bapak Albert M.Pangabean sebagai Secretary General. Kepengurusan AFAA dilantik pada tanggal 26 Oktober 1982 oleh Bapak Roesmin Nurjadin, Menteri Perhubungan R.I, dan dihadiri oleh semua dari utusan asosiasi olahraga kenderaan bermotor Asean.
Meningkat dan mantapnya perekonomian masyarakat diiringi dengan makin ber kembangnya industri perakitan kenderaan bermotor, hal ini memberi dampak positif terhadap perkembangan olahraga kenderaan bermotor diseluruh wilayah tanah air. Hal ini dapat dilihat, hampir setiap minggu ada penyelenggara yang mengajukan per mohonan izin penyelenggaraan kegiatan olahraga rally mobil, rally motor, balap mo bil, balap motor, motocross, go-kart dan untuk menghindari bentokan tanggal pelaksa naannya sehingga dapat merugikan pihak-pihak yang melaksanakan kegiatan tersebut untuk PB. IMI mulai tahun 1981 mengeluarkan kalender sport tahunan dan mulai ta hun 1982 kalender sport IMI mulai dicetak berupa buku saku. Dengan tersusunnya kalender sport tersebut IMI telah mampu mengadakan penertiban – penertiban dibidang olahraga kenderaan bermotor, antara lain :

      1. Mengadakan seleksi terhadap mutu kegiatan.
      2. Meneliti personalia kepanitiaan, penanggung jawab kegiatan tersebut, sehingga dapat dipertanggung jawabkan kegiatan yang dilaksanakan.
      3. Menunjuk salah seorang Ketua Bidang PB. IMI untuk duduk selaku Pengawas Perlombaan.
      4. Meneliti Peraturan Perlombaan.
      5. Memperketat pengambilan Kartu Izin Balap maupun penyelenggara yang tidak mematuhi peraturan.
      6. Mengadakan brefing baik kepada olahragawan maupun kepada panitia penyelenggara, pada tiap kali diadakan kegiatan ( 2 atau 3 hari sebelum pelaksanaan kegiatan ).
      7. Menginventarisasi serta membina club – club olahraga kenderaan bermotor.
      8. Memberikan sangsi – sangsi terhadap pembalap maupun penyelenggara yang tidak mematuhi peraturan.
      9. Kepada setiap penyelenggara kegiatan diwajibkan menyerah sebahagian dari dana yang terkumpul untuk tujuan sosial, yaitu membantu panti – panti asuhan, lembaga cacat, korban bencana alam dan musibah lainnya.

Dengan penertiban-penertiban tersebut diatas, maka mutu kegiatan serta prestasi para olahragawan dapat makin ditingkatkan. Prestasi pembalap-pembalap Indonesia untuk kawasan Asia dan Pasific termasuk ke lompok lima besar, sedangkan di kawasan Asean untuk kegiatan Balap Mobil, Balap Motor, Rally Mobil dan Motor, Motocross dan Go-Kart prestasi pembalap Indonesia selalu menduduki rangking teratas dan atau runner-up. Kegiatan-kegiatan perlombaan yang diikuti pembalap Indonesia didalam maupun di luar negeri untuk kejuaraan Nasional dan Internasional antara lain :

      1. Rally Nasional Seri I, II dan III
      2. Internasional Pemuda Rally ( memperebutkan Piala Bergilir Presiden R.I )
      3. Balap Mobil dan Motor Indonesia Grand Prix.
      4. Indonesia Internasional Kart Prix.
      5. Asean Rally, yang dilaksanakan tiap tahun secara bergantian disalah satu negara anggota Asean.
      6. Asean Race, yang dilaksanakan tiap tahun secara bergantian disalah satu negara anggota Asean.
      7. Malaysian Grand Prix ( Balap Mobil dan Motor ).
      8. Penang Grand Prix ( Balap Mobil dan Motor ).
      9. Macao Grand Prix ( Balap Mobil dan Motor ).
      10. Hongkong Kart Prix ( Balap Go – Kart ).

Selanjutnya pihak dealer setelah melihat perkembangan kegiatan olahraga kenderaan bermotor yang dilaksanakan IMI mulai menghibahkan kenderaan – kenderaan balap dan rally termasuk sepeda motor untuk digunakan dalam pertandingan baik sifatnya Nasional maupun Internasional.
Untuk mengatur mekanisme kerja organisasi,dalam periode ini telah berhasil disusun draft Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IMI oleh Sekretaris Jenderal PB IMI, draft Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IMI telah disyahkan pada tanggal 1 Oktober 1982.

  • Periode 1984 – 1991 Pada bulan Mei 1984 berhubung Bapak Nazar Noerdin memasuki masa pensiun dan Jabatan beliau sebagai Dirjen Perhubungan Darat digantikan oleh Bapak Ir. Giri S. Hadihardjono dan untuk selanjutnya dalam periode ini jabatan Ketua Umum PB. IMI diserah terimakan kepada Bapak Ir. Giri S. Hadisardjono, untuk jabatan Sekretaris Jenderal dalam periode ini ditiadakan dan untuk tugas – tugas Sekretaris Jenderal ditangani langsung oleh Ketua Umum yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh staf Sekretariat Jenderal.

Dalam periode ini terjadi perubahan sebutan nama untuk Pengurus IMI Daerah dengan nama Pengurus Daerah IMI yang dalam periode sebelumnya sebutan untuk Pengurus Daerah IMI adalah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMI.

Untuk pengem bangan kegiatan–kegiatan IMI di daerah, maka telah dapat dibentuk Pengda – Pengda dibeberapa Propinsi yang sebelumnya belum membentuk Pengda dan diakhir periode ini dari 27 Propinsi tinggal Propinsi Sumatera Barat dan Sulawesi Tenggara yang be lum terbentuk Pengda.

Selama Bapak Ir. Giri S Hadisardjono menjabat Ketua Umum, beliau telah menye lenggarakan 2 (dua) kali Musyawarah Nasional ( MUNAS) yang dihadiri oleh utusan Pengda, masing-masing 2 (dua) orang dan beberapa pengamat. Untuk menyusun dan menyempurnakan Peraturan Perlombaan,mengawasi pelaksanaan perlombaan dan penyelenggaraan kegiatan olah raga kenderaan bermotor, Bapak Ir.Giri S Hadisardjono telah mendorong untuk dibentuknya Komisi Olahraga kendera an bermotor PB.IMI yang terdiri dari komisi :

        1. Balap Mobil.
        2. Balap Motor.
        3. Slalom Test.
        4. Go – Kart.
        5. Motocross.
        6. Time Rally.
        7. Speed Rally.

Supaya adanya keseragaman dalam penerapan pelaksanaan peraturan perlombaan, serta bertukar informasi mengenai kendala yang dihadapi oleh Daerah dalam menye lenggarakan perlombaan,maka dalam periode ini telah diadakan Penataran Nasional yang diikuti oleh utusan Pengda seluruh Indonesia yang dalam hal ini untuk setiap Pengda mengikut sertakan 2 (dua) orang utusannya. PB.IMI untuk mengikuti perkembangan olahraga kenderaan bermotor Internasional selalu mengirimkan utusanya untuk menghadiri Kongres FIA dan CIK di Perancis.

Seiring dengan perkembangan olahraga kenderaan bermotor Internasional, IMI sejak tahun 1987 selalu menyelenggarakan Rally Internasional yang diakui oleh FIA, dimana pada tahun 1987 – 1988 IMI telah dapat menyelenggarakan Kejuaraan Rally Internasional Seri Asia dan sejak tahun 1989 s/d tahun 1991 Kejuaraan Rally ini mulai ditingkatkan menjadi Kejuaraan Rally Internasional Seri Asia Pasific. Semenjak tahun 1991 kejuaraan dimaksud sudah dijadikan calon Kejuaraan Rally Dunia, untuk dapat terealisasi Rally Dunia di Indonesia, IMI telah melakukan pen dekatan dengan instansi terkait (pemerintah dan swasta) yang akan menunjang sarana prasarana dalam penyelenggaraan Rally dimaksud dengan mengadakan kerjasama.

  • Periode 1991 – 1995 Setelah 16 tahun jabatan Ketua Umum PB. IMI yang secara terus menerus dijabat oleh Dirjen Perhubungan Darat, dalam periode ini setelah diadakan perubahan dan penyesuaian – penyesuaian melalui Musyawarah Nasional ( Munas ) IMI yang ke dua di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1991, telah terpilih Bapak Hutomo Mandala Putra, sebagai Ketua Umum PB. IMI yang nota bene bukan Dirjen Perhubungan Darat menggantikan Bapak Ir. Giri S Hadisardjono, dan Bapak Suparto Soejatmo sebagai Sekretaris Jenderal.

Program – program yang telah dan dapat dilaksanakan dalam periode ini dalam bidang organisasi, luar negeri, olah raga, tehnik, pariwisata, pelayanan umum, SIM Internasional dan carnet, kesekretariatan dan kebendaharaan/keuangan diantara nya :

      1. Melalui konsolidasi organisasi telah dapat terealisasi pembentukan Pengda – Pengda baru dibeberapa Propinsi dan pengaktifan kembali Pengda – Pengda yang mengalami kevakuman, wujud dari konsolidasi dimaksud adalah kehadiran dari utusan – utusan Pengda IMI dalam Munas maupun Rakernas IMI
      2. Restrukturisasi  organisasi  sesuai dengan amanat MUNAS diantaranya dengan menempatkan Club sebagai ujung tombak pembinaan dan penghapusan kepengurusan cabang (PENGCAB)

Dan diakhir periode, Bapak Hutomo Mandala Putra telah mengajukan usulan kepada Panitia Pengarah dalam menyiapkan materi rancangan perubahan dan penyempurna an AD dan ART IMI khususnya penyebutan Pengurus Besar ( PB ) IMI menjadi Pengurus Pusat (PP) IMI untuk mendapatkan pengesahan dalam Munas III IMI.

  • Periode 1995 – 1999 Setelah memperhatikan dan mempertimbangkan aspirasi yang berkembang dalam Munas III IMI yang diselenggarakan pada tanggal 1 – 2 Juni 1995 di Medan, team formatur Munas III IMI yang diketuai oleh Bapak Hutomo Mandala Putra telah berhasil memilih Bapak Bob R.E Nasution, SH untuk ditetapkan oleh Forum Munas III IMI sebagai Ketua Umum dan Bapak Dolly Indra Nasution sebagai Sekretaris Jenderal PP. IMI masa bakti 1995 – 1999.
  • Periode 1999 – 2003 Melalui Munas IV IMI yang dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 3 – 5 Desember 1999, untuk jabatan Ketua Umum PP. IMI kembali terpilih Bapak Bob R.E Nasution, SH sedangkan untuk Jabatan Sekretaris Jenderal dijabat oleh Bapak Drs Usa Sutrisna. Dalam Munas yang keempat ini untuk pertama kali sistem pemilihan Ketua Umum tidak lagi dilakukan melalui sistem formatur, namun dilakukan dengan sistem pemilihan langsung ( voting ). Hal ini seiring dengan adanya perubahan AD dan ART, yang didalamnya mengatur tentang tata cara pemilihan Ketua Umum dan Ketua sedangkan mengenai struktur kepengurusan juga mengalami perubahan.

Menyadari beratnya tantangan kedepan yang akan dihadapi oleh kepengurusan dalam menjalankan program, tugas dan kebijakan organisasi. Untuk itu dalam periode ini dalam menjalankan kebijakan untuk pelaksanaan program organisasi, olah raga dan wisata sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Munas IV IMI, yang kesemuanya itu bertujuan menjadikan organisasi IMI sebagai organisasi yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai wadah pembinaan terhadap :

      1. Seluruh jajaran dan tingkatan dari organisasi IMI.
      2. Penggemar, atlit dan lembaga pendukung kegiatan olah raga kenderaan bermotor.

Disamping hal – hal tersebut diatas untuk periode ini organisasi juga telah menyusun rencana kerja untuk program pelayanan umum dan sosial. Untuk itu melalui program tersebut, organisasi akan meningkatkan pelayananan kepada masyarakat yang ingin mendapatkan SIM Internasional, Carnet dan road service lainnya yang berhubungan dengan kenderaan bermotor. Sedangkan program sosial yang merupakan program kepedulian organisasi terhadap masyarakat, organisasi mengupayakan adanya keselarasan antara program sosial dengan program lainnya.

  • Periode 2003 – 2007 Selanjutnya melalui Munas V IMI yang dilaksanakan di Balikpapan pada tanggal 18 – 21 Desember 2003, telah dimulai babak baru dalam pemilihan Ketua Umum PP.IMI melalui proses penjaringan yang juga mensyaratkan para Calon untuk memaparkan Visi dan Misi nya dalam MUNAS sebagai forum tertinggi Organisasi.

Pada pemilihan Ketua Umum PP.IMI yang diselenggarakan secara langsung dalam MUNAS V IMI, terpilih Bapak Yuliari P. Batubara sebagai Ketua Umum, dimana beliau sebagai ketua formatur  bersama tim formatur lainnya menetapkan susunan kepengurusan PP-IMI periode 2003 – 2007.

  • Periode 2007 – 2011 Periode 2007-2011 diwarnai dengan perubahan besar dalam penataan Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) di Indonesia dengan dibentuknya kembali Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga yang berlanjut dengan diterbitkannya UU.RI No.3 -2005 tentang SKN yang mulai berlaku pada bulan Pebruari 2007. Dengan berlakunya UU ini maka terjadi perubahan dimana seluruh Sistem Keolahragaan Nasional menjadi Wewenang dan Tanggung Jawab Menteri dan KONI diubah menjadi dua lembaga yaitu KON (Komite Olahraga Nasional) dan KOI (Komite Olimpiade Indonesia).

IMI sebagai Induk Organisasi Cabang Olahraga anggota KON, menjadi satu-satunya lembaga yang mempunyai kewenangan dibidang olahraga kendaraan bermotor yang dilindungi oleh UU.RI.

1 Ketua Umum : JULIARI P. BATUBARA
2 Wakil Ketua Umum : ARIEF WINORO
3 Ketua Bidang Organisasi : DONNI B. PRIHANDANA
– Biro Keanggotaan : R. RONNY ARIFUDIN
– Biro Pembinaan & Pengembangan : DJEMBAR KARTASASMITA
4 Ketua Bidang Olahraga : IRAWAN SUCAHYONO
– Biro Olahraga Mobil : HARRIS GONDOKOESOEMO
NICKY TJONNADI
– Biro Olahraga Motor : DYLAN DILATO
FRANS TANUJAYA
5 Ketua Bidang Wisata : OTTE RUCHIYAT
– Biro Wisata dan Sosial : AZMAN OSMAN
– Biro Pelayanan Masyarakat : TJOKRO I. KUSNADI
6 Sekretaris Jendral : M. RIYANTO
7 Wakil Sekretaris Jendral : EDWIN HARYONO
8 Bendahara : FAUZY ALDJUFRIE
9 Wakil Bendahara : KRISNATI DESIANA

Sumber : http://www.imi.co.id

Perihal dzumanji
Tinggal di pinggiran kota Jakarta, keseharian bekerja, belajar dan menjalani hidup. "Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru" Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN. Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas. "jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya". Carilah sesuatu berbau baru “something new“ dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda. Jika anda percaya sesuatu itu tidak mungkin,pikiran anda akan bekerja bagi anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin.akan tetapi jika anda percaya,benar-benar percaya,sesuatu dapat dilakukan,pikiran anda akan bekerja bagi anda dan membantu anda mencari jalan untuk melaksanakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s