Gotong Royong


Indonesia adalah negara kepulauan yang dihuni masyarakat majemuk dengan 1.128 suku bangsa. Jumlah penduduk yang mencapai 227.556.363 orang membuat Indonesia bertengger pada rangking ketiga negara berpenduduk terbesar di dunia.

Gotong Royong merupakan suatu kegiatan sosial yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dari jaman dahulu kala hingga saat ini. Rasa kebersamaan ini muncul, karena adanya sikap sosial tanpa pamrih dari masing-masing individu untk meringankan beban yang sedang dipikul. Hanya di Indonesia,kita bisa menemukan sikap gotong royong ini karena di negara lain tidak ada sikap ini dikarenakan saling acuh tak acuh terhadap lingkungan di sekitarnya.

Saat duduk di bangku Sekolah Dasar kita pasti pernah mendengar istilah gotong royong. Tepatnya dibekali pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Gotong royong adalah adalah istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didamba bersama. Menurut M Nasroen gotong royong menjadi dasar filsafat Indonesia. Dalam pranata lain disebutkan gotong royong merupakan budaya bangsa yang tak dipunyai oleh bangsa lain sehingga bangsa Indonesia dikenal unik dan penuh toleran antar sesama manusia.

Ini merupakan sikap positif yang harus di lestarikan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kokoh & kuat di segala lini. Tidak hanya dipedesaan bisa kita jumpai sikap gotong royong, melainkan di daerah perkotaan pun bisa kita jumpai dengan mudah.Karena secara culture,budaya tersebut memang sudah di tanamkan sifat ini sejak kecil hingga dewasa.

Karena ini merupakan salah satu cermin yang membuat Indonesia bersatu dari sabang hingga merauke,walaupun berbeda agama,suku & warna kulit tapi kita tetap menjadi kesatuan yang kokoh.Inilah alah satu budaya bangsa yang membuat Indonesia,di puja & puji oleh bangsa lain karena budayanya yang unik & penuh toleransi antar sesama manusia.

Pasca kemerdekaan nampaknya budaya gotong royong hanya memenuhi buku-buku dan ruang kelas sebagai romantika masa lalu bangsa. Serta dipakai sebagai merk untuk menarik minat Turis menjajaki negara kepulauan ini. Tak ada implementasi nasional seperti ketika bangsa Indonesia gotong royong melawan penjajah sampai Indonesia merdeka. Apalagi sekarang budaya gotong royong telah mengkerdil menjadi budaya daerah, dalam semangat otonomi berlebihan masing-masing daerah hanya berkutat membangun daerah masing-masing.

 

Plato mengungkapkan bahwa negara (kota: polis) yang baik terwujud dari harmonisasi orang-orang yang saling membutuhkan satu sama lain. Hal ini senada dengan budaya bangsa kita (gotong royong). Maka disinilah peran pemerintah sangat vital untuk kembali membumikan budaya bangsa yang hilang ini. Agar kembali menjadi ikon bangsa dan mendukung suksesi pembangunan nasional yang merata sehingga terwujudlah negara yang baik.

 

Untuk membumikan kembali budaya gotong royong, tak cukup pemerintah hanya membuat iklan di media informasi ataupun di jalan-jalan. Apabila kita belajar dari keberhasilan Soekarno, adalah menjadi tugas pemimpin negara untuk melakukan komunikasi massa dalam memobilisasi mereka demi mewujudkan cita-cita bersama. Karena tak akan ada hasilnya segala program pemerintah tanpa ada sinergi rakyat dan penguasa.

 

Wujud negara yang baik digambarkan oleh Rousseau sebagai sebuah masyarakat politik yang didalamnya terdapat hubungan timbal balik antara rakyat dan penguasa. “Ringan sama dipikul, Berat sama dijinjing” begitu kata peribahasa kita.

 

 

Perihal dzumanji
Tinggal di pinggiran kota Jakarta, keseharian bekerja, belajar dan menjalani hidup. "Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru" Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN. Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas. "jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya". Carilah sesuatu berbau baru “something new“ dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda. Jika anda percaya sesuatu itu tidak mungkin,pikiran anda akan bekerja bagi anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin.akan tetapi jika anda percaya,benar-benar percaya,sesuatu dapat dilakukan,pikiran anda akan bekerja bagi anda dan membantu anda mencari jalan untuk melaksanakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s