Manusia Dalam Hidup Bermasyarakat


Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi social.

Menurut Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi social.

Berdasarkan definisi di atas maka, penulis dapat menyimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.

Keluarga merupakan unit satuan masyarakat terkecil sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat.

Menurut Sigmund Freud, keluarga terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita.

Sebuah keluarga secara universal terdiri dari ayah, ibu dan anak.

Keluarga sangatlah penting dalam membentuk kepribadian individu. Bagaimana individu berinteraksi dengan anggota keluarganya, dan bagaimana antar individu dalam keluarga tersebut menerapkan dan menjaga norma-norma dalam lingkup kecil, yakni di dalam lingkungan keluarga itu sendiri.

MASYARAKAT

R. Linton, seorang ahli antropologi mengemukakan bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas – batas tertentu.

Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.

Interaksi Antara Individu, Keluarga Dan Masyarakat
Seorang individu barulah individu apabila pola prilakunya yang khas dirinya diproyeksikan pada suatu lingkungan social yang disebut masyarakat.

masyarakat adalah kelompok-kelompok orang yang menempati sebuah wilayah (teritorial) tertentu, yang hidup secara relatif lama,, saling berkomunikasi, memiliki simbol-simbol dan aturan tertentu serta sistem hukum yang mengontrol tindakan anggota masyarakat, memiliki sistem stratifikasi, sadar sebagai bagian dan anggota masyarakat tersebut serta relatif dapat menghidupi dirinya sendiri.

Ketika penemuan teknologi informasi seperti yang dijelaskan di atas berkembang. dalam skala massal, maka teknologi itu telah mengubah bentuk masyarakat manusia, dan masyarakat dunia lokal menjadi masyarakat dunia global, sebuah dunia yang sangat transj paran terhadap perkembangan informasi, transportasi serta teknologi yang begitu cepat dan begitu besar memengaruhi peradaban umat manusia, sehingga dunia juga dijuluki sebagai the big village, yaitu sebuah desa yang besar, di mana masyarakatnya saling kenal dan saling menyapa satu dengan lainnya.

Di setiap masyarakat, kelompok buruh merupakan kelas sosial lapisan bawah, baik secara sosial maupun ekonomi. Biasanya, akan selalu berbagai masalah yang menumpuk di kehidupan mereka. Artikulasi antara lingkungan kerja dan perusahaan, komunitas tempat asal kaum buruh, dan instrumen negara bahkan telah menciptakan kondisi yang semakin mempersempit ruang mobilitas sosial mereka.
Buku yang semula adalah disertasi doktoral di Universitas Bielefeld Jerman ini adalah sebuah penelitian lapangan terhadap dua perusahaan tekstil di Yogyakarta sepanjang bulan April 1992 hingga bulan Januari 1993 mengenai hubungan antara nilai-nilai kultural dengan cara pengorganisasian dan konstruksi sosiologis kondisi-kondisi kerja perusahaan.
Hubungan antara kaum buruh dengan pemilik modal (perusahaan) menurut teori sosiologi bisa ditempatkan dalam kerangka konflik atau fungsional. Menurut Karl Marx hubungan sosial antara kaum borjuis dengan proletar bersifat konflik karena berada dalam medan kepentingan yang berbeda. Perubahan sosial terjadi akibat dari proses dialektis antara kedua kepentingan ini. Sedangkan Emile Durkheim melihat hubungan perburuhan sebagai hubungan fungsional yang harmonis antara buruh dan pemilik modal.
Dari perspektif sejarah, ternyata nilai-nilai kultural telah lama menjadi variabel penting dalam potret sosiologis kehidupan industri di Indonesia. Pemerintah kolonial Belanda pun memiliki kepekaan yang cukup tinggi untuk memanfaatkan nilai-nilai kultural ini demi kepentingan mereka. Nilai-nilai budaya tradisional yang mengakar pada masyarakat Jawa dijadikan instrumen untuk mengontrol para buruh.
Strategi ini terus berlanjut pada masa pemerintahan Orde Baru. Kontrol pemerintah terhadap gerakan buruh dilakukan dengan memanipulasi konsep hubungan industrial Pancasila dengan instrumen nilai-nilai kultural itu. Konsep harmoni, gotong-royong, atau kekeluargaan ditafsirkan secara sepihak untuk meredam protes-protes terhadap perusahaan.
Hal ini terjadi karena dalam iklim negara yang sedang berkembang, intervensi negara dalam mengontrol aktivitas ekonomi masyarakat memang begitu kuat, terutama untuk menjamin terciptanya stabilitas sosial yang mantap.

Perusahaan, yang memiliki kepentingan ekonomi cukup kental menyambut situasi ini dengan menempatkan orang-orang yang dekat dengan kekuasaan sebagai penghubung untuk memperoleh akses yang mudah bagi aktivitas perusahaan. Sementara dalam kenyataannya kontrol terhadap kebijakan perusahaan secara de facto dimiliki oleh pemilik modal.
Posisi nilai-nilai kultural ditafsirkan secara berbeda menurut orientasi kepentingan ekonomi masing-masing kelompok (buruh dan pemodal). Ideologi harmoni misalnya digunakan perusahaan sebagai alat legitimasi sistem kontrol yang diterapkan di perusahaan, sementara buruh menjadikan konsep harmoni untuk menyerang pelanggaran yang dilakukan perusahaan terhadap hak-hak mereka.

Perihal dzumanji
Tinggal di pinggiran kota Jakarta, keseharian bekerja, belajar dan menjalani hidup. "Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru" Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN. Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas. "jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya". Carilah sesuatu berbau baru “something new“ dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda. Jika anda percaya sesuatu itu tidak mungkin,pikiran anda akan bekerja bagi anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin.akan tetapi jika anda percaya,benar-benar percaya,sesuatu dapat dilakukan,pikiran anda akan bekerja bagi anda dan membantu anda mencari jalan untuk melaksanakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s